Fatin Shidqia berhasil keluar sebagai Juara di X Factor Indonesia 2013

Fatin Shidqia Lubis keluar menjadi jawara pertama X Factor Indonesia setelah pada babak result show berhasil mengalahkan Novita Dewi. Anak asuh sang mentor Rossa ini juga mampu menjawab keraguan....

The Avengers Raih Perhargaan Movie of the Year dalam ajang MTV Movie Awards 2013

LOS ANGELES -- The Avengers yang merupakan film Superhero akhirnya berhasil meraih piala utama dalam ajang MTV Movie Awards, yang digelar di Los Angeles pada Ahad (14/4) malam waktu setempat...

Review Film : Harry Pootter and Goblet of Fire

Harry Potter and the Goblet of Fire adalah film keempat dari seri Harry Potter yang diadaptasi dari penulis best-seller J.K Rowling. Disutradarai oleh Mike Newell dan dirilis pada......

Daftar Musisi Pemenang AMI Award 2013

JAKARTA - Malam penganugerahan insan musik Indonesia, Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award yang digelar pada Selasa malam 2 Juli 2013, menorehkan prestasi gemilang bagi para seniman musik ...

IMA 2013 : Film Habibie dan Ainun meraih penghargaan Film Terfavorit

RCTI kembali memberikan apresiasi kepada pelaku perfilman Indonesia melalui Indonesia Movie Awards (IMA) 2013. Sebanyak 40 judul film dari berbagai genre yang dirilis sejak 1 Maret 2012 ....

Tampilkan postingan dengan label Rock. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rock. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2013

God Bless sebagai Legenda Musik Rock Indonesia


Era 1970-an merupakan masa-masa kejayaan God Bless, dengan debut awal mereka pada saat didaulat sebagai grup pembuka konser grup musik legendaris dunia, Deep Purple di Jakarta tahun 1975.  God Bless menjadi legenda musik rock di Indonesia yang masih tetap eksis hingga sekarang dengan 3 (Tiga) personil awal mereka, Ahmad Albar pada Lead Vocal, Djusuf Ian Antono pada Lead Guitar dan Donny Fattah pada Bass.

Personil


  • Ahmad Albar - Lead Vocal
  • Djusuf 'Ian' Antono - Guitar , Backing Vocal
  • Donny Fattah Gagola - Bass , Backing Vocal
  • Abadi Soesman - Keyboard , Piano , Synth , Backing Vocal
  • Yaya Moektio - Drum , Percussions

Eks Personil



  • Yockie Soerjoprajogo - Keyboard , Piano , Synth
  • Soman Lubis - Keyboard , Piano , Synth
  • Fuad Hassan - Drum
  • Ludwig Le Mans - Guitar
  • Teddy Sujaya - Drum
  • Eet Sjahranie - Guitar
  • Gilang Ramadhan - Drum



Berdirinya God Bless berawal dengan kembalinya Ahmad "Iyek" Albar kembali ke Tanah Air setelah beberapa tahun tinggal di Belanda, ia pun berangan-angan membentuk band sendiri yang lebih serius. Iyek kembali dari Belanda bersama dengan Ludwig Lemans (gitaris Clover Leaf, band Iyek ketika masih di Belanda). Iyek lalu mengajak (almarhum) Fuad Hassan (drum) dan Donny Fattah (bass) untuk membentuk band. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya Crazy Wheels, sebelum akhirnya band tersebut - yang mengadakan konser perdananya di TIM (Taman Ismail Marzuki) lalu mengikuti pentas musik "Summer '28", semacam pentas 'Woodstock' ala Indonesia di Ragunan, Jakarta, yang diikuti berbagai band dari Indonesia, Malysia dan Filipina - mengubah namanya menjadi God Bless pada tanggal 5 Mei 1973.

Pada awalnya, God Bless bukanlah band yang memiliki lagu. Mereka hanya band yang biasa membawakan lagu-lagu orang lain, seperti Kansas, Easy Beast, Genesis, Deep Purple, pada setiap penampilan mereka. Proses masuknya band legendaris ini kedalam dapur rekaman dimulai dengan coba-coba. Mereka menulis lagu, dan lantas merekamnya. Mereka merekamnya di sebuah studio yang dikelola oleh Alex Kumara (ahli broadcast). Rekaman-rekaman ini bisa sampai ke telinga PT Aquarius Musikindo karena Suryoko - bos Aquarius - sering belajar gitar di rumah Ian. Mereka berdua memang sudah bersahabat sejak lama. Dan pada tahun 1975, God Bless merilis album perdananya.

Album
1975 - God Bless
1980 - Cermin
1988 - Semut Hitam
1989 - Raksasa
1997 - Apa Kabar
2009 - 36th

Kompilasi

1990 - The Story of God Bless
1992 - 18 Greatest Hits of God Bless
1999 - The Greatest Slow Hits

Beberapa video klip God Bless : Courtest of Youtube

God Bless : Kehidupan | Java rock 'in Land 2011 - Carnaval Beach Ancol Jakarta


God Bless : Srigala Jalanan 

Minggu, 17 Februari 2013

Guns 'N Roses rilis Film konser dengan format 3D


Guns N' Roses telah merilis film 3D mereka yang berisi konser mereka di Las Vegas tahun lalu. Film dengan format 3D "Appetite for Democracy" ini diproduksi oleh perusahaan Rock Fuel Media.  Film dengan format 3D, kenal memiliki kualitas luar biasa, sehingga tidak heran banyak menuai kekaguman.

Guns N Roses menjadi band rock terbesar di dunia pada tahun 1991-1992 saat double album mereka “Use Your Illusion” meledak di pasaran. Dengan formasinya saat itu Axl Rose (Lead Vocal),Slash (Guitar),Izzy Stradlin (Rhythm Guitar), Duff McKagan (Bass), Dizzy Reed (Keyboard), dan Matt Sorum (Drum). Pada tengah malam 17 September 1991 GNR menjadi band terhebat di dunia. Ratusan toko dibuka sampai pagi untuk menjual album Appetite For Destruction dan Use Your Illusion yang terdiri dari dua album. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kedua album Use Your Illusion itu berada di peringkat pertama dan kedua album terlaris versi Billboard di AS. |Source|

Exl Rose dan personil Guns N' Roses merilis film 3D tersebut setelah berkiprah lebih dari 27 tahun di musik. Bagi band besar seperti Guns N' Roses wajar-wajar saja, mengingat mereka memiliki fans yang banyak diseluruh dunia, bahkan kalangan muda sekarangpun masih mengidolakan band GNR ini.  Film dengan format 3D ini juga sekaligus menunjukkan kepada fans mereka bahwa musik mereka akan terus eksis, meskipun para personil sudah mulai menua namun aura kejayaan mereka dimasa lalu masih kuat hingga sekarang.

Sebelumnya bintang pop Miley Cyrus dan grup Jonas Brothers juga telah merilis film konser 3D mereka. Justin Bieber dengan film 3D "Never Say Never" menjadi yang terlaris dengan format 3D dengan penjualan US$98,6 juta di seluruh dunia.
Berikut klip Guns N' Roses saat konser di HardRock Hotel Las Vegas, USA :

Guns N' Roses - VIP-HardRockHotel/Las Vegas - Welcome to the Jungle

Guns N' Roses - VIP-HardRockHotel/Las Vegas - Sweet child O'Mine


Katy Perry dengan film 3D "Katy Perry: Part of Me" film dokumenter yang becerita tentang kehidupan pribadinya dipentas maupun diluar panggung telah meraup US$32,4 juta yang dirilis sejak Juli tahun lalu.  Hal yang sama juga telah dilakukan oleh band Metallica rencananya akan merilis juga film 3D mreka yang diberi judul "Through the Never", kita tunggu saja film format 3D Metallica ini awal Agustus mendatang. |Referensi|

Senin, 04 Februari 2013

Awal kemunculan Grup musik Deep Purple


Deep Purple dibentuk tahun 1968 oleh Ritchie Blackmore pada gitar, Jon Lord pada organ Hammond, Rod Evans pada vokal, Nick Simper pada bass dan Ian Paice pada drum. Band meraih kesuksesan besar dengan men-cover "Hush" dari Joe South, yang muncul dalam album debut Shades of Deep Purple. Band mendapat pesanan untuk mendukung Cream dalam Goodbye Tour, namun segera diberhentikan karena mendapatkan sambutan luar biasa yang mengancam band utama. Tahun 1969, dua album sukses dirilis yakni The Book of Taliesyn dan Deep Purple, yang terdapat beberapa track yang diiringi symphony orchestra.




Dipimpin oleh gitaris Ritchie Blackmore dan keyboardist Jon Lord, Deep Purple menggunakan unsur psychedelia dan classical dalam musik gaya bar-band mereka. Mereka memikat dunia dengan album berpengaruh Deep Purple in Rock, yang dipandang sebagai pelopor hard rock progresif. Dan di Fireball, mereka meningkatkan volume dan dengan Machine Head, mereka menaklukan dunia hard rock dan menantang Led Zeppelin dalam hal popularitas..

Setelah tiga album dan tur intensif di AS, Ian Gillan menggantikan Rod Evans dan Roger Glover menggantikan Nick Simper. Pergantian ini membentukan line-up Deep Purple yang paling beresensi. Begitu dibentuk, line-up baru ini membuat album live monumental Concerto for Group and Orchestra, komposisi tiga bagian yang ditulis Jon Lord dan dimainkan bersama London Philharmonic Orchestra di Royal Albert Hall. Bersama Five Bridges dari The Nice, Concerto tergolong kolaborasi awal antara band rock dengan orkestra.


Dengan kepergian Blackmore, Deep Purple membuka lowongan besar yang kemudian diisi Tommy Bolin, gitaris Amerika yang sudah pernah bergabung dengan Zephyr, James Gang dan Billy Cobham. Penggabungan Bolin kelihatan ideal, akan tetapi album terbitan tahun 1975, Come Taste the Band, gagal. Album ini tidak disukai peggemar lama dan tidak sanggup menarik penggemar baru, dikarenakan sound yang agak jauh dari sound orisinil Deep Purple. Bolin ternyata belum siap mengisi sepatu besar Blackmore sehingga mendapatkan ejekan dari audiens dalam beberapa pertunjukan yang permainannya tidak stabil. Kecanduan dirinya atas heroin juga memperparah keadaan dan setelah tur traumatis Come Taste the Band, band bubar. Tidak lama setelah itu, Tommy Bolin meninggal dunia akibat overdosis heroin dalam perjalanan tur mendukung Jeff Beck.


Selanjutnya, beberapa anggota Deep Purple cukup berhasil dalam karir pribadi melalui band masing-masing antara lain Rainbow, Whitesnake dan Gillan. Sementara itu, sering ada upaya promotor untuk membentukkan kembali Deep Purple, terutama dengan kembalinya pasar hard rock pada dekade 1980an.

Deep Purple resmi dibentuk kembali pada April 1984. Pernyataan pembentukan kembali dilontarkan The Friday Rock Show BBC, bahwa line-up klasik awal 70an yang terdiri dari Blackmore, Gillan, Glover, Lord dan Paice telah dibentuk kembali dan mulai merekam materi baru. Band menandatangani kontrak dengan Polydor di Eropa dan Mercury di Amerika. Oktober 1984, Perfect Stranger dirilis dan didukung tur dari New Zealand sampai ke Eropa. Tur berjalan sukses dan sewaktu kembali ke Inggris, mereka bermain satu malam di Knebworth dengan dukungan Scorpions didepan 80.000 audiens.

Tahun 1987, line-up ini kembali membuat album The House of Blue Light dan mengadakan tur meskipun penjualan agak menurun. Beberapa show direkam untuk album live Nobody’s Perfect tahun 1988. Dan ditahun yang sama di UK, mereka rilis versi baru “Hush” untuk merayakan 20 tahun terbentuknya Deep Purple. Tahun 1989, Ian Gillan dipecat akibat ketidak-akuran dengan Ritchie Blackmore dan posisinya diganti bekas vokalis Rainbow Joe Lynn Turner. Line-up ini menghasilkan album Slaves and Masters dan sebuah tur.

Namun setelah tur, Turner dipecat dari band berhubung Jon Lord, Ian Paice dan Roger Glover menginginkan Ian Gillan kembali. Blackmore mengalah dan line-up klasik ini dibentuk kembali dan membuat The Battle Rages On pada tahun 1993. Selama tur Eropa musim gugur 1993 yang sukses, ketegangan antara Gillan dan Blackmore kembali muncul dan kali ini Blackmore yang hengkang. Band mengajak Joe Satriani untuk memenuhi show Desember di Jepang. Satriani bergabung hingga tur Eropa 1994 selesai dan sewaktu diajak untuk menetap di Deep Purple, dia menolak karena ingin meneruskan karir solo. Band kemudian mendapatkan Steve Morse, gitaris Dixie Dregs, untuk menjadi pengganti Blackmore yang permanen.

Line-up ini menikmati kesuksesan selama dekade 1990an dan menghasilkan album yang disambut hangat kritikus yakni Purpendicular (1996) dan Abandon (1998). Tahun 1999, Jon Lord, dengan bantuan seorang penggemar, menciptakan kembali Concerto for Group and Orchestra dan diselenggarakan kembali di Royal Albert Hall pada September 1999 dengan The London Symphony Orchestra. Konser mencakup karya dari karir solo setiap anggota maupun Deep Purple dan direkam dalam album In Concert with the London Symphony Orchestra tahun 2000. Beberapa tahun seterusnya, band menghabiskan waktu dalam perjalanan tur yang tiada hentinya hingga tahun 2002, sewaktu anggota pendiri Jon Lord (Jon Lord dan Ian Paice merupakan dua anggota yang menetap disetiap inkarnasi Deep Purple) menyatakan pengunduran diri dari Deep Purple untuk menjalankan proyek orkes pribadinya. Keyboardist veteran Don Airey, eks Rainbow dan Whitesnake, yang pernah membantu Deep Purple sewaktu Lord terluka tahun 2001, diajak bergabung. Tahun berikutnya, Deep Purple rilis album studio pertama dalam lima tahun terakhir, Bananas, dan mengadakan tur. Oktober 2005, 37 tahun setelah pembentukan Deep Purple, mereka rilis sebuah album yang progressive dan eksperimental, Rapture of the Deep, yang dianggap sebagai album terkuat sejak Purpendicular. Peluncuran album diikuti tur dunia. 
Meskipun sering diasosiasikan dengan heavy metal, Deep Purple tidak pernah merasa diri sebagai band heavy metal. Akan tetapi, banyak band heavy metal menyatakan dipengaruhi Deep Purple. Deep Purple sering mengganti line-up dan merubah gaya main, namun kecanggihan permainan dengan line-up pemain handal tetap dipertahankan. Beberapa inkarnasi Deep Purple memberikan aspek jazz dan classical ke musik rock gaya mereka dengan menggunakan lagu sebagai sarana untuk memperpanjang solo instrumental.

Sampai hari ini, Deep Purple dengan mantap terus berkarya dalam studio dan melakukan tur keliling dunia sebagai salah satu band yang paling bertahan lama dalam sejarah rock.

Berbagai line-up dalam sejarah Deep Purple ditandai oleh band dan penggemar dengan serangkaian Mark contohnya Mark I, Mark II dan seterusnya. Mark VI dikosongkan karena era tersebut merupakan era sementara Joe Satriani mengisi posisi Ritchie Blackmore selama tur 1994 namun tidak menghasilkan album.|Sumber|



Berikut beberapa klip musik Deep Purple

Deep Purple : "Smoke on the Water" - Live at the California jam 6th April, 1974


Deep Purple : "Highway Star"