Kamis, 25 April 2013

Profil dan Karir Grup Debu di Indonesia

Debu merupakan grup musik yang beraliran religi yang dekat dengan kehidupan kaum sufisme. Grup musik ini eksis di Indonesia sejak 2001 yang beranggotakan dari berbagai negara. Sebagian besar anggota Debu berasal dari Amerika Serikat, tetapi ada juga anggota yang berasal dari Swedia, Inggris, dan terakhir, bergabung juga anggota dari Indonesia. Nuansa musik dengan dentaman rebana khas alunan irama ala Timur Tengah, country, bahkan jazz dan world music. 

Sebelum di Indonesia

Sebelum hijrah ke Indonesia, sebagian besar personil debu ini tinggal di sebuah kota kecil di daerah New Mexico, sebuah wilayah yang terletak di antara Texas dan Arizona, Amerika Serikat. Di New Mexico ini, komunitas debu yang dibentuk berdasarkan prinsip dan ajaran Islam dibimbing oleh Syekh Fattah yang lebih menekankan tentang tasawuf dan hidup sesuai ajarannya menjadi golongan kaum sufi.

Tahun 1997, sebagian dari personil debu pindah ke sebuah negara dekat  Amerika Serikat, yakni Republik Dominika. Kehidupan masyarakat di negara ini tidak jauh berbeda suasananya dengan Amerika Serikat yang dikenal sangat liberal dan sekuler. Bukan lingkungan yang ramah bagi mereka yang merindukan suasana Islami. Mereka pun mulai berpikir dan bertanya-tanya dalam hati, di manakah tempat di dunia ini yang bisa memberi kami kehidupan yang nyaman dan tenteram dengan suasana Islami?


Berawal dari suatu malam terdengar bisikan halus diantara sadar dan tidak sadar, Syekh Fattah mendengar bisikan yang menyebut Indonesia. Beliau yang merasa tersentak oleh bisikan itu pun mengabarkan kepada istrinya kalau komunitas ini harus pergi ke Indonesia. Allah memang Maha Tahu. Dia lah yang punya kehendak dan rencana.


Tetapi, di mana Indonesia? Pertanyaan ini menjadi masalah beliau dan sebagian komunitas. Mereka sama sekali tak tahu perihal Indonesia dan tak terpikir sebelumnya. Tetapi, Allah swt telah membuka pintu-pintuNya sehingga tanpa kesulitan berarti, mereka akhirnya menemukan home page orang Indonesia di internet. Merekapun mulaimenjalin silaturahmi dan menyampaikan keinginan untuk datang ke Indonesia.

Merilis album di Indonesia

Kelompok musik yang lahir di Amerika Serikat dan di bawah bimbingan Syekh Fattaah yang juga pendiri Debu sekaligus guru tasawwuf mereka ini, saat di Amerika Serikat, nama kelompok musik ini yang sebelumnya bernama Dust on the Road atau Debu di Jalanan. Personel Dust on the Road adalah orang tua sebagian besar personel Debu yang sekarang. Mereka hijrah ke Indonesia pada tahun 1999. Setelah di Indonesia mereka mengubah nama mereka menjadi Debu dengan perubahan formasi. Beberapa personel terdahulu adalah pengajar di pesantren milik Universitas Muslim Indonesia di Makassar.

Album pertama Debu adalah Mabuk Cinta (2003) dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Album perdana ini berisi 10 lagu termasuk single pertama, "Cinta Saja". Setahun kemudian mereka merilis album kedua bertajuk Makin Mabuk (2004) dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Album ini berisi 13 lagu, antara lain "Pesta Asyik", "Angin Sepoi-sepoi", "Astagfirullah", "Ayolah Jiwa yang Tenang", "Biduan IstanaNya", "Gerbang Tol", "Mabuk-Mabuk", "Salawat Buat Ahmad", serta "Ucapkanlah Bersama".

Pada tahun 2006, Debu kembali merilis album ketiga bertajuk Nyawa dan Cinta (2006). Tak seperti dua album sebelumnya, album ini hanya berisi lagu dalam bahasa Indonesia saja. Sepuluh lagu dalam album ini yaitu "Agama", "Babun Nikmat", "Dendang Sufi", "Harta Dalam Puing", "Jangan Duduk", "Kami Tak Keluar", "Kemerdekaan", "Tobat Berkali-kali", "Sallallahu Sallallahu", serta lagu "Nyawa dan Cinta". Setahun kemudian Debu kembali merilis album bertajuk Gubahan Pecinta (2007) yang yang berisi 13 lagu dalam bahasa Indonesia, bahasa Turki, bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Cina, dan bahasa Italia. Pada tahun yang sama, Debu juga merilis album yang menjadi album dalam bahasa Turki pertama mereka. Album ini bertajuk Hep Beraber (Ucapkanlah Bersama)


|Sumber : musikdebu.com | id.wikipedia.org

1 komentar: